Perjalanan ke Gunung Merapi….part 1

merapi_012.jpgKegiatan ini saya lakukan pada bulan Juni 2006 yang lalu, kebetulan saya ada survey lapangan ke wilayah Gunung Merapi dan sekitarnya. Pada saat itu, awan panas Gunung Merapi baru saja menelan korban para relawan yang terperangkap di Bunker yang seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi mereka. Disini saya tidak akan bercerita tentang nasib relawan tersebut, tetapi cerita lain yang bagi saya bersifat mistis tapi itu terjadi……

Perjalanan ke Gunung Merapi ini, atau tepatnya ke tempat wisata Bebeng, harus melalui 5 pos pengamanan, dimana disetiap posnya kita harus berhenti dan meminta izin untuk melanjutkan perjalanan ke daerah Bebeng. Waktu yang diberikan kepada kita pun hanya 30 menit dan diminta segera meninggalkan kawasan tersebut karena ditakutkan akan terjadi lagi guguran awan panas.

Setibanya di lokasi, hampir semua pohon yang berada di lokasi hangus terbakar.  Debupun bertebaran dimana-mana, mungkin ketebalan debu sekitar 5 cm.  Kitapun harus menggunakan masker atau jalan dengan perlahan-lahan supaya debu tidak beterbangan kemana-mana dan membuat batuk kita semua.

Tetapi yang menarik….ada sebuah rumah yang tepat di dekat lokasi wisata yang tidak terkena awan panas.  Lokasinya seperti batas antara wilayah yang terkena awan panas dan yang tidak.  Menurut pemilik rumah, mereka tidak sempat menyelamatkan diri waktu kejadian tersebut, mereka kemudian mengaji Al-Qur’an bersama-sama (1 keluarga terdiri dari 7 orang), dan anehnya…..si bapak mendengar bahwa awan panasdiluar itu berbicara dalam bahasa jawa …. yg terjemahan bebasnya ” lewat sini..lewat sini“…sehingga tidak menerjang rumah si bapak tersebut….

Wallahualam…apakah memang kejadiannya seperti itu atau secara ilmiah memang awan panas berbelok dan menghindari rumah, dan langsung menuju Kali Gendol di depan rumah si Bapak…. yang pasti kalau kita berada disana..sulit kiranya dipercaya rumah si Bapak dapat luput dari bencana Awan Panas.

2 Responses to “Perjalanan ke Gunung Merapi….part 1”

  1. eyanks Says:

    percaya mas.. dengan kejadian ini. saya cukup lama berhubungan dng warga disana sejak 1994. Namun kegitu, kesiapsiagaan dalam arti lahiriah sangat diperlukan. karena ke-ajaib-an dari Tuhan tidak selalu datang. Kita lah yang diwajibkan menyelamatkan diri kita oleh yang Kuasa.

  2. llys. Says:

    eh kumaha damang kang Syarief? rajin geuningan bermaia ria……baktos ti abdi saparakanca….

Leave a Reply