Dank U wel, Meneer Herman

Namanya adalah Herman Joostens. Gue pertama kali ketemu saat kita berangkat ke Utrecth untuk mengikuti defense PhD-nya Trias. Orangnya sangat ramah dan bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit. Dia ditemani oleh istrinya Gerda Joostens-de Jong.  Selama perjalanan, topik yang menarik bagi dia adalah tentang Indonesia, mulai dari sejarah, orang Indonesia, politik, dan hal lain yang menyangkut Indonesia. 

Hari kamis, 28 Juni 2007, jam 06.30 malam waktu Enschede, tiba-tiba dia mengetuk kamar apartemen gue (tepatnya memencet bel..hehehe). Ternyata, dia mengajak gue untuk melihat International Festival yang sedang berlangsung di Centrum, Enschede. Wah, kaget juga, padahal kita baru sekali ketemu, cuman gue langsung aja setuju. Memang gue tadinya ada rencana mau liat festival itu sih, cuman engga ada temen aja, begitu ada yang ngajak, ibarat pepatah: pucuk dicinta ulam tiba…hehehehe.

Selama perjalanan, dia cerita banyak tentang Enschede. Mulai dari cerita kebakaran pada tahun 1862, monumen kebakaran yang dekat Grote Kerk, sampai tempat dimana dia dilahirkan, yang sekarang sudah berubah menjadi Centrum. Dalam perjalanan dari satu stand ke stand yang lain, baru gue sadari bahwa dia juga bisa berbahasa Italia, Perancis dan Jerman dengan cukup fasih..(mungkin …karena gue engga ngarti…hehehe). Itu terbukti saat dia berbicara dengan penjual di stand dari negara-negara tersebut.

Kemudian, kita bertemu dengan orang Twente University,  namanya Marina, ternyata dia pernah ke Indonesia untuk ikutan Holland Education Fair di Indonesia pada bulan Desember 2006.  Biasanya standnya Twente University sebelahan dengan standnya ITC. Pertama, gue dikenalin sama Meneer Herman, terus baru kita bisa nyambung bicara tentang Holland Education Fair di Indonesia, juga tentang temen-temen di UT yang suka jaga stand, seperti Sito, Mauren, David, dll.

Setelah itu, kita baru menemukan kumpulan orang Indonesia. Ternyata, salah satu pengisi stand di Festival itu adalah besannya Meneer Herman, jadinya kita dapat makan tape sama minum teh…gratis..hehehehe.  Besannya ini ternyata orang Bogor. Dia masih punya kakak yang tinggal di Bogor, lokasinya di Villa Duta dan memiliki toko Podomoro dekat dengan kolam renang Villa Duta. jadinya malah satu kampung..hehehehe, karena rumah gue kan di Bogor, tepatnya di Ciawi sih…tapi kan masih masuk kabupaten Bogor. 

Dari situ, kita kemudian cari makan. Meneer Herman tahu kalau gue engga makan Babi, jadinya kita beli makanan Thai yang banyak vegetasinya. Tadinya gue mau bayar sendiri, malah dilarang sama dia. Akhirnya kita pun makan, masakan Thailand, enak juga euy….hehehehe.  Dari sana gue diajak makan es krim di cafe es krim Italia yang depan DIXON.  wuuiihh…..enaknya es krim Italia…..kita pun makan es krim sambil ngobrol lagi ngalor ngidul tentang Indonesia. Pulangnya..dia ngajak mampir ke toko buku samping DIXON (lupa namanya), bilangnya mau beli majalah.  Memang sih…dia beli majalah…cuman dia ngajak gue juga ke lantai dua…ternyata nyari Kamus Indonesisch – Nederlands.  Begitu dapet bukunya, dia bilang…bahwa buku itu untuk gue…supaya bisa ngomomg Belanda. Wuih…gille..seneng banget gue…hehehehe.

Jadi hari itu, gue diajak jalan-jalan liat festival, dikenalin sama temen-temennya yang bisa berbahasa Indonesia, diajak makan malem, diajak makan es krim Italia, pulangnya dibeliin buku pula….kenyang banget dah…hehehe..

Terima kasih banyak Pak Herman………….Dank U wel Meneer Herman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: